Is Helianti’s Weblog

berbagi ilmu, berbagi semangat, berbagi dunia

Saya dan Prof Meinhardt

Posted by ishelianti on June 20, 2008

Prof Meinhardt dari University of Muenster adalah professor yang saya kenal kurang lebih 4 tahun lalu. Beliau hingga kini adalah partner kerja sama kami dari Jerman dalam kerangka Indonesia German (IG) Biotech, di mana saya menjadi “pekerja utama” tim di bidang rekayasa genetic untuk perbaikan strain penghasil enzim xilanase.

Jika Tamiya Sensei, profesor saya di Jepang, kadang nampak acuh (walaupun sebenarnya tidak demikian, ya) dengan masalah detail dan dalam. Tidak demikian dengan Prof Meinhardt. Mencengangkan kalau bertanya kiat-kiat teknis padanya. Kelihatan betul, betapa dulu Prof Meinhardt mengerjakan eksperimen molekuler biologi dengan menggebu dan mendalamnya. Sehingga, sarannya sangat praktis dan berguna. Dia selalu bilang, dia mengerjakan itu semua selagi seusia saya, dengan kondisi tidak seberuntung seperti sekarang. Maksudnya, melimpah ruahnya peralatan yang dapat membantu pekerjaan menjadi lebih cepat dan membanjirnya kit-kit untuk ekstraksi macam-macam.

Jika ada pertanyaan kami yang perlu diskusi dengan kolega, dia tak sungkan memending jawaban, dan menjawab ketika hasil diskusi telah ada. Kesannya, dia tak pernah menjawab masalah ilmiah dan teknis dengan asal-asalan. Sikap ilmuwan yang sangat mengagumkan. Jika ia tidak mampu menjawab teknis mendetail, maka dia delegasikan pada mahasiswanya yang tentu saja lebih updated masalah kepiawaian dalam eksperimen.

Publikasinya ratusan. Selain itu ilmunya mendalam. Rasanya dibandingkan saya yang padahal telah lulus Doktor tujuh setengah tahun lalu, gap itu sangat terasa. Karena itu, saya dan teman-teman satu tim rekayasa genetika, selalu menempatkan diri sebagai mahasiswanya. Bertanya ini itu, walau sesekali ngotot dengan argumen yang harus kami pertahankan. Dan mendengarkan baik-baik setiap sarannya.

Sikapnya memang bukan seperti bule pada umumnya. Bahkan kadang-kadang mirip kultur orang Jawa. Suka berbasa-basi, tidak pernah to the point dalam menyampaikan tidak. Sehingga, kadang-kadang kita menjadi ragu dengan yang dikemukakannya. Basa-basi atau memang begitu adanya.

Banyak diskusi (mungkin tepatnya otot-ototan..:-)) dalam masalah keyakinan dengan beliau. Pada pertemuan awal, saya sudah menjudge bahwa agama prof Meinhardt adalah sains itu sendiri, bukan yang sekarang dianutnya. Karena dalam banyak pembicaraan, dia tidak seratus persen meyakini kemutlakan keberadaan Tuhan Sang Pencipta. Hanya karena dia tenang dan berbahagia dengan beragama. Jadi, menurutnya, jika memang sebenarnya Tuhan tidak ada, dia tak merugi apapun jika mempercayainya. Jawabannya memang tidak memuaskan. Tapi cukup untuk menghentikan diskusi ngotot, karena memang saya dan beliau berada pada paradigma berpikir yang berbeda.

Namun, judge saya bisa jadi salah. Dalam pertemuan terakhir 4 bulan lalu, dalam suatu diskusi, kami membahas tentang probabilitas mutasi bakteri, mekanisme penurunan karakter suatu galur, dan lain-lain. Tercetus dari ungkapannya, bahwa di balik alam ini, bahkan sampai dunia mikroba dan DNA di dalamnya, ada ”game player” yang eksis. Game player ini menjadikan semuanya berjalan rapi, cantik, dan bisa dicerna oleh akal manusia dalam bingkai ilmu pengetahuan. Yang lalu saya serobot, bahwa itu adalah Allah, Tuhan pencipta semua alam ini. Alam mikro sampai kita manusia. Yeah, may be, begitu Prof Meinhardt menjawab sambil mengedikkan bahunya.

Walau demikian, saya banyak belajar dari Prof Meinhardt. Ketekunan dalam bidangnya yang membuatnya punya begitu banyak publikasi ilmiah. Kesetiannya pada profesi profesor, yang walaupun hanya bisa memberikan dia sebuah mobil Mazda. Juga tak lupa kami selalu berterima kasih pada pemberian plasmid vektor, enzim restriksi, strain bakteri, yang kadang-kadang dibawanya sebagai oleh-oleh buat kami…:-)

Advertisements

2 Responses to “Saya dan Prof Meinhardt”

  1. Meyta said

    Assalamu’alaikum Bu Is,

    salam kenal… 😛

    Sangat luar biasa Prof.Meinhardt. Andai saya punya kenalan seperti beliau… 😦

    Boleh saya minta pendapat Ibu? Bagaimana pendapat Ibu tentang maraknya “gelar krn bayar” di Indonesia?

    Oya, blog Ibu, saya link y…

  2. dachyar said

    salam kenal dari satu atap bu..
    cerita yang bagus untuk penggambaran “Game player” atu dalam discovery channel saya mendapatkan istilah “the Creator”..Mohon ijin untuk mempublikasikan hal ini ke teman2 sebagai renungan para atheis muda yang menjustifikasi Tuhan tidak ada, justru dari teori semacam “big bang” dan sejenisnya dan menyimpulkan alam terjadi begitu saja..tentu saja saya tetap mencamtumkan nama ibu sebagai nara sumber saya..
    Salam kenal dari UPT terjauh BPPT, PSTKP Bali

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: