Is Helianti’s Weblog

berbagi ilmu, berbagi semangat, berbagi dunia

Indonesia di dalam KRD Rangkas Bitung Jakarta

Posted by ishelianti on April 4, 2008

Sewaktu kecil, saya sering menyaksikan kereta ini melewati Pasar Kebayoran. Yang ada di kepala saya dulu, bagaimana mungkin kereta dekil dan kumal dengan orang yang sudah memenuhi pintu itu dijejali lagi para pedagang ayam dan sayuran yang memaksa masuk.

Dan beberapa puluh tahun kemudian, believe or not, ternyata saya menaikinya! Dan masih terbengong-bengong dengan keterjejalannya sehingga kaki saya terasa menggantung dan harus banyak beristigfar untuk mencegah amarah yang sudah sampai dikerongkongan karena harus berdesakan dengan penumpang laki-laki. Tersewot-sewot di tengah himpitan manusia pedagang kaki lima yang masih nekat memaksa lewat dengan barang dagangan yang sebenar-benarnya sudah tidak mempunyai space. Terlongong-longong karena jendela di kereta ini serba guna. Jadi tempat meludah, tempat melempar sampah, sekaligus pintu darurat untuk keluar masuk!

Keadaan di atas tentu ketika sedang rush hour. Ketika para orang kecil dari daerah pinggiran Rangkas Bitung ataupun Serpong berkeringat dan lusuh berangkat kerja mencari sesuap rizki di Jakarta. Sungguh, beberapa kali naik KRD saya takjub dengan daya tahan orang-orang ini. Melewati jarak yang cukup panjang dengan kondisi yang tak layak, lalu masih harus memeras tenaga di tempat kerja, dengan gaji yang tak cukup untuk makan beberapa anggotaa keluarga selama sebulan, pulang pergi setiap hari. Diulang lagi, setiap hari! Saya saja yang naik KRD ini beberapa kali (sepertinya belum sepenuh jumlah jari tangan), setelah itu selalu membatin, tidak mau lagi naik kereta kumuh, mengundang stress, dan menyebalkan ini.

Tapi, itulah saudaraku. Profil-profil manusia Indonesia yang mungkin mayoritas di negeri ini. Profil-profil manusia pasrah dan nrimo dengan keadaan. Sehingga terkadang mereka tak sadar bahwa mereka mempunyai hak untuk dilayani dengan transportasi umum yang lebih baik oleh pemerintah. Bagi mereka, tak apalah kondisi tak manusiawi, asal bisa terangkut ke tempat kerja dengan harga karcis murah dan bebas macet. Tak apalah capai (yang tidak sedikit) asal masih bisa punya tenaga sisa di tempat kerja, dan sedikit sisa lagi ketika menemui keluarga sepulang kerja. Di tengah populasi padat di dalam KRD, bahkan banyak yang masih bisa tertawa dan bercanda sesamanya. Luar biasa!

Sebenarnya, saya tak “wajib” naik KRD dari segi dana. Tetapi, terkadang jadwal pekerjaan seperti rapat agak susah dikejar dengan berharap pada Ciujung. Sementara jadwal eksperimen di lab juga tidak mungkin begitu saja dilalaikan. Jadilah KRD alternatif terakhir jika Ciujung atau KRL ekonomi tidak saya dapatkan pada jam-jam tanggung.

Walau berpayah-payah, banyak pelajaran berharga yang saya dapat dari naik KRD ini. Merasakan betapa masyarakat Indonesia demikian susah payah untuk berangkat kerja, sehingga mengingatkan saya untuk kerap bersyukur untuk kemewahan yang saya rasakan selama ini, membonceng motor di belakang suami dan tak harus berdesak-desak setiap hari. Menyadari bahwa pendapatan saya, yang kerap saya risaukan tak sepadan dengan pendidikan, kerja keras, dan dedikasi, adalah jauh berlipat dari mereka, sehingga saya punya pilihan untuk sedikit boros naik Ciujung yang full AC. Selalu bersyukur, bahwa hati saya menjadi lebih peka pada kesusahan orang lain, karena saya merasakannya dengan kulit saya selama di KRD itu. Selalu mengingat, bahwa di sebagian harta yang saya miliki adalah hak-hak mereka yang mungkin menjadi penumpang KRD.

Hmmm… Mungkin ide ini kekanak-kanakan. Andai saja ada pejabat seperti pemimpin daerah ataupun anggota DPR(D) menyamar sebagai penumpang kebanyakan di KRD. Pastilah keadaan KRD Rangkas Bitung-Jakarta tak akan dibiarkan terus seperti ini. Karena kulit mereka bersentuhan langsung dengan penderitaan dan kesusahan rakyat. Yakinlah Pak/Bu Pejabat, jika mereka begitu nrimo dengan kondisi yang luar biasa seperti ini, sedikit perhatian dari instansi terkait dengan menambah jumlah kereta mungkin akan memperlebar senyum nerimo mereka, dan mereka akan mendoakan Anda dengan kebaikan!

Advertisements

2 Responses to “Indonesia di dalam KRD Rangkas Bitung Jakarta”

  1. jayeng said

    ini sih namanya PEMBANTAIAN KERETA API TAKJUB RAYA!!!!! kalau saja ada kereta jurusan Bogor-Rangkas bitung dengan KRDE Pakuan express saya yakin akan laku!

  2. ishelianti said

    Wah bisa saja istilahnya…
    benar, saya setuju dengan Jayeng..
    pasti laku, dan saya akn jadi pelanggan setianya!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: